Thursday, July 30, 2009

Pra Riset Data Mining dengan SQL Server 2000

Ok, seperti yg pernah saya bilang, untuk permintaan2 yang sifatnya sy butuh riset, maka sy mulai dengan persiapan riset dulu. Jika per coding, sudah saya implementasikan, kerjaan sy tangani.

Dan inilah salah satu yang sedang saya pra riset. Nanti, teknik yg sudah saya kuasai, akan saya posting disini, sehingga bisa menambah wawasan keilmuan IT di dunia Internet, khususnya di Negara kita (uhuk uhuk, jadi batuk).

Teknologi data mining yang dipakai lebih tergapai : pakai MSSQL Server 2000 aja. Bayangkan sama yang dulu : pakai SAP? gimana mau install di komputer saya? kan ga ada yg baj*k (hihi).

Oke, nanti sbenernya solusinya pasti mudah. yaitu, pemrograman MSSQL Server via VBA saja, tepatnya via Active X. Itu berarti aplikasi hostnya bisa apapun yang mendukung ActiveX, termasuk Java sekalipun (bisa Delphi, VB 6, VB.NET, dsb).

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Ini bukan untuk mas UUN ya :p
  • Coba ke www.flazx.com, keyword data mining. Banyak buku yang membantu bgt.
  • Saya juga pakai buku2 dari situ untuk risetnya. Tq

Monday, July 27, 2009

Paradigma The Four Quadrant

Dari quadrant ini,


Saya sedang memikirkan proses yang telah terjadi, dan pergerakan di masa datang sperti ini,

Harapan kembali ke Q1 adalah tantangan di masa2 awal eks-pegawai jika ingin bergerak ke Q2, untuk selanjutnya Q3 dan Q4. Pergerakan ke Quadrant yang lebih tinggi, mencerminkan kebebasan Anda dalam berkarya, berimprovisasi dan berkehidupan tanpa ketergantungan dari orang lain, baik atasan atau klien. artinya Q4 memiliki derajat kebebasan tertinggi. Sedangkan, maaf ya, Q1 merupakan derajat keterikatan yang paling kuat. Anda tidak memiliki kebebasan disini, namun Anda tetap dapat menikmatinya dengan bersikap positif (namun saya tidak bisa).

Ya, saya bicara tentang Empat Quadrant dari buku milik Robert T. Kiyosaki. Yaitu, Anda dapat berada dalam Quadrant ke :
  1. Pertama, jika Anda adalah seorang employee
  2. Kedua, jika Anda adalah seorang self employee
  3. Ketiga, jika Anda adalah pemilik bisnis
  4. Keempat, jika Anda adalah seorang investor
Bersama2 buku The Sevent Habbits of Highly Effective People dari Stephen R. Covey, ide tentang Four Quadrant ini mampu membuat .... apa ya tepatnya? Perubahan atau kemantapan dalam memilih Jalan Hidup. Ataupun, menyadari hidup itu apa.

(Mungkin masih berlanjut, yang jelas, saya sudah telah Ashar di masjid . ugh..)

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Thanks to Noel dan IB untuk sharing mendalam di masa2 kuliah dulu.
  • Noel top!
  • IB great!

Sistem Informasi Skripsi : Aplikasi Pertama Platform

Coba, bisa tidak bedakan itu dibuat dengan Delphi/VB/Java?

Mungkin, saya harus meralat kata2 saya, bahwa aplikasi Java dengan Swing akan terlihat berbeda dengan yang sekelasnya yang dibuat dengan VB atau Delphi. Coba lihat gambar tersebut, itu Java Swing. Tidak terlihat berbeda kan? Pun, ada icon pada system tray-nya.

Saya buat aplikasi ini cepat2 saja. Awalnya, masih dalam arahan ke satu modul SMS server dulu. Kemudian, saya ingin tunjukkan aplikasi ini pada yang meminta. Wah, saya pikir, bagus juga! Tepat, modular dan pluginnya bisa d-upload sambil jalan. Semuanya mudah.

Aplikasi di atas menggunakan MS SQL Server sebagai databasenya. Awalnya, saya kecewa karena proses menampilkan data skripsi (kasus ini), tidak cepat. Ada jeda antara saya menekan tombol Skripsi dan kemunculannya. Namun, beberapa saat kemudian, saya pikir, ini mudah! Load saja semua instance dari form dan buka koneksi serta load data yang dibutuhkan di awal loading aplikasi. Pemakai tidak akan merasakan perbedaan startup yang signifikan, namun yang jelas User Experience dengan aplikasi ini bisa meningkat

Dan itulah yang saya imlpementasikan dari aplikasi ini. Response terhadap aksi pemakai sangat baik. Selain itu, keberhasilan proses ini, karena saya menggunakan Design Pattern Singleton. Detail ttg Design Pattern sedang saya siapkan...

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Kasus rancangan Platform ini seperti Spring Dependency Injection. Jadi, keterkaitan aplikasi dengan plugin bisa ditentukan dari luar, yaitu dari file XML konfigurasi
  • Di lain kesempatan,saya punya ide untuk menambahkan daftar file konfigurasi XML pada icon system tray, sehingga nantinya jenis aplikasi bisa dijalankan secara run time view Klik Kanan Icon Tray itu saja.

Pra Riset Image Processing dengan Delphi


Oke, ternyata tak sesulit yang saya sangka. Berkat referensi dari buku ini : Inside Delphi 2006. Secara sederhana menjelaskan kelas TBitmap yang memiliki properti object Canvas, dimana Canvas ini selanjutnya memiliki properti array pixels dan scanlines.

Dengan pixels, semua titik pada image dapat diakses menggunakan array dua dimensi. Mudah, namun sangat lambat. Ditunjukkan hanya sebagai pelengkap metode yang lebih baik dengan penggunaan scanlines.

Berikut screenshot aplikasi dengan gambar asli :


Dan setelah mendapat proses filter Invert, berikut hasilnya :


Berikut contoh penggunaan filter Invert (hanya 255 - nilai RGB saja) :
procedure TMainForm.Invert1Click(Sender: TObject);
var
x,y : integer;
oldColor : TColor;
r,g,b : Integer;
begin
for y := 0 to pred(image.Height) do
begin
for x := 0 to pred(image.Width) do
begin
oldColor := image.Canvas.Pixels[x,y];
r := 255 - getrvalue(oldcolor);
g := 255 - getgvalue(oldcolor);
b := 255 - getbvalue(oldcolor);
image.Canvas.Pixels[x,y]:=rgb(r,g,b);
end;
end;
invalidate;
end;

Dengan scanlines, satu baris pada image dapat diakses secara langsung, namun dengan urutan nilai piksel yang terbalik, yaitu BGR. Sehingga urutan pada memory adalah sebagai berikut:
BGR|BGR|BGR|BGR|BGR|BGR|...

Buku Inside Delphi 2006 ini juga menyajikan tips praktis (tapi profesional) yang dapat menjadi brainstorming bagi saya yang telah lama tidak memegang Delphi (padahal menurut kronologis, Pascal adalah bahasa pemrograman yang ke-2 setelah GW Basic yang saya geluti di masa SMP-SMA). Hehe, jadi sering senyum2 sendiri pas koding : teringat masa lalu... :)

Satu tips yang saya kutip dari buku itu, adalah ini, Membuat Record Type dan array untuk kemudahan mengolah hasil dari scanlines, berikut :

type
TMyPixelDescriptor = record
Blue: Byte;
Green: Byte;
Red: Byte;
end;
PMyPixelArray = ^TMyPixelArray;
TMyPixelArray = array[0..32767] of TMyPixelDescriptor;

Yaitu, dipersiapkannya record berupa deretan tiga byte yang mencerminkan urutan dari BGR pada scanlines. Contoh filter invert tersebut di atas diubah menggunakan metode scanlines:

procedure TMainForm.InvertScanlinesClick(Sender: TObject);
var
x,y : integer;
p : pMyPixelArray;
begin

for y := 0 to pred(image.Height) do
begin
p := image.scanline[y];
for x := 0 to pred(image.Width) do
begin
with p[x] do
begin
Blue := 255 - Blue;
Green := 255 - Green;
Red := 255 - Red;
end;
end;
end;
invalidate;


Kecepatan pemrosesan antara pixels dan scanlines jauh berbeda. Menarik juga Image Processing di Delphi ini.
Well, dari sedikit test tentang image processing di Delphi ini (ini termasuk Pra Riset sebelum suatu bantuan Thesis tentang Image Processing dimulai), maka saya rasa algoritma yang diminta bisa segera diimplementasikan. Tentu, dengan diskusi yang intens tentang algoritma tersebut.

Semuanya ini saya lakukan untuk menghindari kesalahan, yang terjadi tentang bantuan Image Processing yang terdahulu. Saya tidak melakukan Pra Riset sebelum menerima DP, sehingga saat DP sudah diterima, hal tersebut menjadi Hutang yang harus segera dilunasi. Dan, well, kesalahan tersebut seharusnya tidak terulang lagi.

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Saya merasakan, Delphi bisa menjadi salah satu investasi pembelajaran software yang cukup berharga.
  • Dengan ini, maka saya rasa mainstream bahasa pemrograman yang kurang saya seriusi, sudah mulai saya biasakan. Ya, Delphi ini maksudnya :)
  • Masih Pra-Riset, sehingga belum juga bisa dikatakan bantuan Thesis ini akan saya terima. Hanya, fondasinya sudah jelas dengan kode. Bukan dengan gambaran kasar tentang teori.
  • Itu bedanya.

Saturday, July 25, 2009

Referensi ERP : Mulai Mengimplementasikan Database di MSSQL Server


Saya menggunakan buku dari Penerbit Informatika, yang judulnya (kalao g salah inget) Menyelaraskan ERP dengan Strategi Perusahaan (Oleh Wawan dan Falahah). Membaca buku2 Penerbit IF benar2 menyenangkan. Buku ini memulai rangsangan berpikir tentang ERP. Dari buku tersebut, banyak pencerahan ttg ERP yang saya dapatkan. Diantaranya, satu tagline saja, bagaimana berpikir global, dan bertindak lokal (btw, kenapa saya jadi berpikir ini juga moto para teroris pengebom Kuningan ya? duh).

Tidak punya banyak waktu, berikut salah satu diagram ERP yg ada di WEB, dari alamat ini : http://www.softwebsolutions.com/ERP.html


Pun, saya mulai implementasikan banyak database ke MSSQL Server. Seingat saya, baru satu saja thesis yg saya bantu menggunakan MSSQL Server. Yang lain, MySQL dan Access sudah cukup. Saya butuh trigger untuk mengimplementasikan database yang sempurna.

Semoga bermanfaat!

NB:
  • Untuk buku MSSQL Server, sy pakai buku terbitan Dian Rakyat, meski buku ini sbnrnya membahas Power Builder 9.

Friday, July 24, 2009

POC Lebih Baik Tentang Arsitektur Aplikasi ERP Pluggable



Ini Proof of Concept yg lebih baik : penggunaan Jar Class Loader, view yg terintegrasi dan kontribusi plugin pada toolbar (kontribusi pada menu, juga mudah dilakukan). sert penggunaan Apache Configurations. Berikut adalah method yg memulai aplikasi (lupa di kelas mana) :

private void start() {
try {
config = new XMLConfiguration(pluginDir + "\\Platform.xml");
config.setAutoSave(true);
Platform.getInstance().setMainWindow(MainSDI.getInstance());
loadPlugin();
Platform.getInstance().getMainWindow().setVisible(true);
} catch (ConfigurationException ex) {
Logger.getLogger(Startup.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
}
}


Semua isi konfigurasi aplikasi terdapat di Platform.xml yang dibaca oleh kelas milik Apache Configurations. Isi file Platform.xml merupakan petunjuk tentang bagaimana kustomisasi aplikasi yg akan dilakukan. Bayangkan 2 klien yg mirip dalam kebutuhan, maka mereka akan memiliki dua Platform.xml yang berbeda. Adapun kontributor yg berupa plugin, bisa berbagi. Isi dari file Platform.xml, bisa seperti berikut :



SMS Server
startup.PluginSmsServer





Payroll
startup.PluginPayroll



General Ledger
startup.PluginGeneralLedger




Adapun untuk mekanisme load pluginnya ada di kode berikut :

private void loadPlugin() {

JarClassLoader jcl = new JarClassLoader();
jcl.add(pluginDir + "/");
JclObjectFactory factory = JclObjectFactory.getInstance();

Plugin p;
List l = config.configurationsAt("modules.module");
for (int i = 0; i <>
p = (Plugin) factory.create(jcl, l.get(i).getString("class"));
p.contributeToToolbar(Platform.getInstance().getMainWindow().getToolMain());
}
}


Perhatikan bagaimana JCL dipanggil, dan juga perhatikan bagaimana isi konfigurasi pada node modules.module dikelola. Selai itu, pemanggilan contributeToToolbar, merupakan cara ringkas untuk memberi kesempatan bagi plugin untuk berkontribusi. Berikut detail kode contributeToToolbar :

public void contributeToToolbar(JToolBar toolMain) {
btnPenjualan = new JButton("Plugin Penjualan");
btnPenjualan.setIcon(new javax.swing.ImageIcon("D:\\My Pictures\\icon-eclipse\\complete_status.png")); // NOI18N
btnPenjualan.setHorizontalTextPosition(javax.swing.SwingConstants.CENTER);
btnPenjualan.setVerticalTextPosition(javax.swing.SwingConstants.BOTTOM);
btnPenjualan.setFocusable(false);
btnPenjualan.addActionListener(new ActionListener() {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
Platform.getInstance().getMainWindow().getMainContainer().setViewportView(PenjualanPanel.getInstance());
}
});
toolMain.add(btnPenjualan);
}

Semoga bermanfaat!

NB:
  • Tingkat fleksibilitas bisa ditambah dengan membuat definisi menu via file Platform.xml itu juga (jadi mrip konsepnya dengan file Plugins.xml pada Eclipse RCP).
  • Saya akan sangat tertarik, jika aplikasi yang akan dikembangkan benar2 besar dan luas secara arsitektur. Maka merancang hirarki kelas dan segala kerumitannya sangat menggairahkan

Thursday, July 23, 2009

Menggunakan ShellExec di Dalam Delphi untuk Membuat Aplikasi Launcher Java


Ini lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu saya ingin membuat lingkungan penggunaan software Java yang transparan (dimana user tidak melihat bedanya dengan lingkungan pengembangan yang lain, spt Delphi). Launcher ini dimaksudkan supaya user bisa menjalankan aplikasi java dengan klik 2x di desktop, itu gampangannya.

Mudah? Tidak juga. Beberapa produk free atau komersial ada di pasaran. Tapi terlalu rumit deh. Yang diinginkan hanyalah supaya aplikasi java, yang didistribusikan via file Jar bisa dijalankan dengan klik 2x. Caranya? Akhirnya begini saja.

  1. Gunakan ant + build.xml dari Netbeans. Coba buka proyek apa saja di Netbeans. Maka ia akan membuatkan file build.xml yang akan dijalankan oleh ant dengan perintah ant run. Nah, inilah perintah yang akan dijalankan oleh program Delphi.
  2. Gunakan fungsi ShellExec pada API Win 32 untuk menjalankan program eksternal, berikut kodenya :

    ShellExecute(Form1.WindowHandle,'','D:\Program\ant\bin\ant.bat','run','D:\-=SHARED=-\java\Platform',0);

    parameter yg penting adalah alamat lengkap file ant.bat, argumen run, lokasi build.xml proyek yang akan dijalankan dan terakhir argumen 0 agar window dari dos prompt tidak ditampilkan. Disini alamat direktori saya hardcode, tentunya nanti bisa dibuat dinamis agar sesuai dengan lokasi tempat aplikasi diinstal.
  3. Aplikasi delphi tersebut jadikan splashscreen saja. Berikut kodenya, pada file Project Delphi:
Application.Initialize;
form1 := TForm1.Create(Application);
form1.Show;
form1.Update;
Sleep(1000);
form1.run; // di method ini ada pemanggilan fungsi ShellExec
form1.Close;


Terakhir, jangan lupa buatkan shortcut ke file EXE dari splash screen tersebut.

Bagus hasilnya.
Semoga bermanfaat!

NB :
  • Meski, kata2 sy tentang aplikasi Java yang tidak bisa dibedakan dengan lingkungan pengembangan lain spt Delphi, saya rasa kurang tepat. Bagaimanapun juga, GUI Swing ada jeda atau lag yang agak terlihat. Sy pakai Pentium 4, masih terasa. Pernah juga AMD Turion 64 X2, tetep aja terasa. Juga stylnya masih terlihat Java bgt.
  • Kalau Eclipse RCP dengan SWT-nya tidak masalah. Benar2 native. jadi cepat. secepat aplikasi windows native.
  • Oya, benernya saya install Delphi karena ada yg minta bantuan untuk pengembangan Thesis. Eh, malah idenya jd kesini.
  • Saya sempatkan koding untuk pengembangan skill (dan bisnis), di luar kewajiban pengembangan aplikasi untuk skripsi/thesis yang sudah dipesan temen2.

Keberhasilan Riset Plugin Based Architecture dengan SWING



Ini adalah perubahan rencana arsitektur dari kode sebelumnya (suka2 saya dunk).

Zahir Saya Pakai Sebagai Tool Verifikasi Metode Akuntansi (dan juga pembukuan jasa ini sih)

Dimulai dari penggunaan Zahir sbg solusi saya untuk software akuntansi pribadi (ternyata perlu sekali), dan dari beberapa rencana sebelumnya, yaitu saya ingin wujudkan aplikasi ERP milik sendiri via Eclipse RCP, maka dorongan untuk menyempurnakan pustaka2 sendiri pemercepat pengembangan aplikasi Swing GUI, membuat saya melakukan pengetesan sederhana agar mekanisme plugin (kira2 spt itulah) yang dimiliki Eclipse, bisa juga dimiliki aplikasi akuntansi ini.

Dan berhasil.

Inti dari semua keberhasilan itu, adalah kemampuan Java untuk menginisialisasi kelas secara run time, dengan baris kode ini :

Class.forName("startup.PluginOne").newInstance();

Lihat, bahwasanya argumen "startup.PluginOne" adalah Fully Qualified Name untuk kelas yang akan diinstansiasi. Dalam pembicaraan plugin, maka itu adalah nama kelas startup untuk menginisialisasi Plugin. Tentu, jika dikembangkan lebih lanjut, akan sangat kompleks manajemen plugin yang bisa terjadi, namun untuk test pertama ini, cukuplah baris kode di bawah ini menjadi titik awal memasuki pengembangan tersebut :

Plugin p = (Plugin) Class.forName("startup.PluginOne").newInstance();

Yaitu, saya akan punya kelas Plugin, yang merupakan induk dari semua plugin yang akan dikembangkan. Nantinya, diharapkan plugin yang berupa file Jar, tinggal dikopi ke suatu folder khusus, maka framework ini akan menginisialisasi plugin tersebut, yang efeknya adalah menambahkan fungsionalitas aplikasi secara runtime. Dengan sangat mudah. (bayangkan, jika modul2 ERP yang berdiri sendiri, namun terintegrasi, dapat sekedar di kopi ke suatu folder, tanpa perlu manajemen / instalasi tambahan).

Itu saja yang menjadi pokok pikiran saya seharian lalu. Silahkan download tiga proyek yang telah saya sertakan disini, yaitu :
  1. Platform : ini merupakan framework utama aplikasi. Nantinya, Anda tinggal mengkustomize aplikasi ini untuk mendapatkan software kustom.
  2. PlatformLibrary : merupakan core dari mekanisme plugin yang diacu baik oleh project Platform maupun project plugin2 yang lain. Kelas Plugin, induk dari semua plugin, ada di project ini.
  3. PluginOne : contoh satu plugin yang telah dikembangkan. Plugin ini melakukan kontribusi terhadap toolbar utama (tombol Plugin Penjualan).

Sejauh ini, sebenarnya saya ingin menahan diri dahulu untuk membuat artikel ini, sebelum mengimplementasikan satu kekurangan akhir, yaitu lokasi dari file jar plugin masih ditambahkan via opsi Libraries pada Netbeans. Tentu ini tidak boleh terjadi. Nah, salah satu cara agar instansiasi kelas secara dinamis bisa dipanggil menggunakan JAR yang diletakkan dimana saja, adalah dengan menggunakan Jar Component Loader disini. Sayang, semalam hasil download tidak baik. Jadi, cukuplah disini saja.

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Aplikasi Run yang memunculkan window utama adalah Platform.
  • Nantinya, jika dikerjakan bersama2 oleh lebih dari satu programmer, maka masing2 programmer cukup mengembangkan sistemnya sesuai dengan interface dari PlatformLibrary, yang didistribusikan via JAR (atau source Netbeans saja jika masih dalam heavy development). Setelah selesai, ia cukup menyerahkan JAR hasil kerjaannya, dan integrator tinggal mengkopi saja JAR tersebut ke folder plugin. Tentu mekanisme ini menunggu dipergunakannya juga JCL.
  • Ada masukan dari agar dipakai JPF (Java Plugin Framework). Kayanya develop snediri deh. Dan kemudian share...
  • Wealah, screenshot aplikasinya malah g kbawa. Hehe. Segitu dulu aja ya

Wednesday, July 22, 2009

Kegagalan Pertama (or WASPADA!)

Mengingat2 kasus siswa yang gagal saya selesaikan dengan cepat, membuat saya berusaha mengingat2, sebenarnya bimbingan mana ya yang pertama kali sampai gagal? kok bisa?. Maka, ini lah bimbingan yang pertama kali gagal :
  1. Siswi UII. Fuzzy. Sy terlalu fokus pada 2 thesis yang dikerjaan pada saat bersamaan. Untuk topiknya itu sendiri, juga upaya penyelesaiannya, sudah sampai tahap implementasi akhir saja. Kalau ini dikerjakan oleh yang sudah sekali saja mengerjakan kasus ini, maka bisa selesai dalam hitungan hari. Well, saya harus mempelajari teorinya dulu, analisa, desain baru implementasi. Tidak mudah. Setelah itu malah menyelesaikan Fuzzy berbasis Java. Tidak Mudah, tapi rampung sebelum deadline. Sekarang dari fuzzy basis Java itu, ditambah database. On progress, prioritas #1.
Saat itu, susah nelen rasanya begitu mengakui kegagalan terjadi.
Tidak mudah. Mulai saat itu, meski sudah saya cermati baik2 setiap kasus, ternyata masih ada beberapa kerjaan yang terpaksa saya refund uangnya. Hm, ....

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Dari kasus2 ini, herannya, meski sudah saya paparkan di blog ini tentang kegagalan2 yg sudah terjadi, tapi permintaan bimbingan skripsi/thesis via blog ini tetap saja ada. Heran juga. Meski, mungkin dengan pertimbangan yang rasional/adil, kegagalan2 itu bisa diterima.
  • Tapi, sbgmn Mr. K bilang, WASPADA!
  • ^_^

Perbedaan Perusahaan (multi employee) dan Perseorangan


Kata2 itu, tidak akan terasa maknanya, jika Anda tidak pernah benar2 gagal dalam berusaha memuaskan klien.

Yang jelas, dimana hanya satu orang yang bekerja menangani banyak kerjaan, maka ada risiko besar jika satu-satunya sumber daya tersebut tidak bisa bekerja karena satu dan lain hal. Hal ini tidak (atau lebih kecil risikonya) jika terjadi pada perusahaan yang memiliki banyak pegawai. Tetep ada mekanisme penanganan resiko yang bisa meminimalkan dampak resiko kegagalan (dan munculnya kasus Mr. Kuciwa yang terjadi pada blog saya).

Ada kasus lain, dimana seorang mahasiswi imut, meminta saya agar "Mas, Profesional lah. Mas Eko ga bisa profesional nih". Well, saya hanya bisa merenung dan berpikir, "Memang benar. Harusnya masalah internal ini tidak keluar. Tapi, bagaimana menjelaskannya?". Jika ini terjadi dalam satu perusahaan, maka ada kekuatan backup/cadangan yang mampu menjelaskannya dengan mudah. Tapi jika perseorangan? Kemungkinan teringan adalah mengembalikan semua biaya yang sudah dikeluarkan siswa, meski, waktu yang lewat tidak bisa dikembalikan lagi.

Pencegahan yang mungkin dilakukan untuk kasus semacam ini adalah :
  1. Buat batasan maksimal kerja on-progress. Saya sudah mulai merasakan batasnya, yaitu 6 kerjaan on-progress. Selain itu ada kerjaan yang dalam status final-touch, yang merupakan pekerjaan yang sudah terlampaui masa2 sulitnya, tinggal perbaikan sesuai permintaan siswa (tergantung sekali dengan permintaan dosen biasanya).
  2. Bener2 pastikan tidak ada keraguan akan kemampuan sebelum menerima suatu pekerjaan. Lakukan pra riset sebelum pekerjaan diterima. Jika riset menyatakan tidak mampu, jangan diterima dan jangan ragu2 untuk menolak pekerjaan. (Awalnya, menolak pekerjaan itu tidak mudah. Tapi, makin lama, makin terasa ringan).

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Jika artikel ini sudah lama di postingnya, maka mungkin ada yg bertanya2, apa pemicu artikel ini. Silahkan browse ke Penitipan Pesan di blog saya, dari seorang siswa (masih belum tahu sih, tapi sedang dicari2 di ingatan) yang kecewa dengan pengerjaan skripsi yang tidak bisa cepat. Inisialnya mr. kuciwa. (kalau gitu saya mr. try-to-do-the-best)
  • FYI, status sekarang ada 6 kerjaan on-progress, 4 final touch. Dari 6 kerjaan on-progress ini, ada satu (berbasis Delphi) ttg pengolahan citra yang sedang saya riset. Jika saya rasa tidak sanggup, maka akan saya tolak (DP belum diterima, syukurlah).
  • Juga, sudah ada rencana untuk kerja kolaborasi dengan seorang teman. Hm, ini yang saya maksud dengan Multi Employee.
  • Maju terus. Gagal? Jalan. Berhasil? Akhir.

Tuesday, July 21, 2009

Memikirkan Rencana Pensiun @45 Tahun -- Hasil Ijtima BSD 2009



Kesimpulannya begini.
Di usia 45 tahun, setelah dipotong 60 juta untuk naik Haji berdua dengan Istri, maka tersisa uang Rp. 94.000.000,00, yang jika dikembalikan ke sistem Invest Brother Cell, akan menghasilkan hasil investasi sebesar Rp. 4.700.000,00 per bulan. Nah, itu cukup untuk dana pensiun bulanan. Setara tidak dengan besar dana pensiun PNS? :)

Oke, jadi ini salah.
Seharusnya saya memikirkan rencana keluar (khuruj) 4 bulan, atau 40 hari. Tapi, ya sudahlah. Pikiran sedang seneng2nya memikirkan kata2 salah satu siswa bimbingan S2, : "Tau Joko Susilo yang nulis buku The Power of Kepepet? Dia bilang, sangat mungkin kita bisa pensiun di usia 45 Tahun".

Jadi, dihari terakhir Ijtima, saya corat-coret dengan Pulpen di atas Notes yang dibawakan Istri tersayang. Plus, bekal pinjeman Jam Kalkulator adik santri Aziz, saya menghitung dengan berbekal satu sistem investasi saja. Yaitu, di Jogja ada perusahaan toko Handphone saja, namanya Brother Cell. Mereka membuka peluang investasi dengan bagi hasil usahanya sebesar 5% dari modal kita. Minimal modal 2juta rupiah. Setiap investasi, ditulis di atas surat pernyataan (jika di bawah 5juta) atau di atas Notaris (jika di atas itu), yang pengambilan hasil investasi bisa Tiap Bulan. So, dengan 2 juta itu, Anda akan dapat 100ribu. Saya dan Ela dulu pernah coba, berjalan selama 3 bulan. Dapat lah 300ribu.

Ada di file Excel yang saya sertakan itu, namun inti perhitungannya adalah begini. Tiap tahun, target menabung (kecil2 saja) sampai 2juta, yang langsung dipindah ke investasi Brother Cell. Dengan batas usia 45 Tahun, maka saya punya rentang waktu 14 tahun, terhitung bahwa mulai 27 Juli ini, saya mulai menabung untuk mulai investasi di tanggal 27 Juli 2010. Itu berarti, tiap bulan cukup menyisihkan Rp. 166.666,67. Maka investasi 2 juta ini terus berjalan selama 14 tahun, sampai di usia 45 tahun, Besar hasil investasi adalah sebesar 16.800.000,00.

Itu baru untuk satu investasi 2 juta. Padahal, setelah investasi 2 juta awal disimpan, maka tabungan per bulan Rp. 1666,666,67 tetap berjalan untuk memasukkan investasi di tanggal 27 Juni 2011. Artinya, sampai dengan usia 44 tahun, saya akan punya Modal Investasi sebesar 2juta x 14.

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Jika definisi pensiun bagi PNS adalah tidak ngantor dan mendapat gaji, maka saya sebagai wiraswasta sudah setengah pensiun : tidak ngantor, dan mendapat penghasilan. Maka, tinggal membuat sistem supaya tidak bekerja, tapi mendapat penghasilan, maka saya bisa segera pensiun.
  • Perhitungan yang saya buat merupakan penghitungan minimum. Adapun saya rasa aktualitasnya bisa lebih baik. Misal, mungkin di usia 31 nanti, saya bisa mulai investasi dengan nilai nominal sebesar 20 juta. Nah, itu berarti saya bisa lebih cepat pensiun dan naik haji beserta Istri.
  • Juga, saya tidak menghitung hasi dari investasi dikembalikan lagi untuk investasi. Disini, hasil investasi cuma disimpan sampai saya usia 45 tahun.
  • Juga, didasarkan dengan sistem Investasi Brother Cell. Saya sedang bertanya tentang model investasi yang lain, yang merupakan produk Bank Syariah. Ada tidak?

Thursday, July 16, 2009

Berangkat Ijtima' Indonesia 2009 : Pay It Forward


Diagram perubahan yang ingin dilakukan si Anak Kecil... :)

Di BSD, lokasi yg tahun lalu juga. Jadi, usaha dakwah yg dikenal dengan nama Jama'ah Tabligh, setiap tahunnya ada pertemuan Tahunan. Disini, utamanya adalah pengeluaran rombongan2 ke berbagai tempat di tanah air, juga luar negeri. Dalam rentang waktu 3 hari, 40 hari, 4 bulan sampai 1 tahun bahkan lebih. Berpindah2 dari satu masjid ke masjid lainnya, tujuannya untuk (dalam perspektif saya) mengajak orang2 kembali sholat lima waktu ke masjid, dan sama-sama mengajak untuk mengajak sholat ke masjid.

Jadi inget film Pay It Forward...
Padahal sih, saya belum nonton, cuman penggalan kisahnya adalah, seorang anak kecil yang berbuat kebaikan kepada orang lain, dan setelah membantu orang lain tersebut, ia meminta agar untuk ucapan terimakasihnya, cukup dengan membantu dua orang lainnya. Nah, seperti itulah. jadi, kalau kita diajak ke masjid, dan senang dengan ke masjid, mari ajak orang lain untuk ke masjid juga. Dan ajak juga ia agar mengajak orang lan ke masjid. Nah, dengan demikian...magnitude manfaatnya besar kan?

Tidak ada agenda politik, kekuasaan atau niat harta disini.
Semua agar, bagaimana masjid kembali ramai. Bagaimana agar sholat zuhur berjama'ah kita, sama ramainya dengan sholat Jum'atnya.

Terdengar mustahil? Mungkin.
Tapi ada jama'ah yang telah datang dari Thailand, menceritakan kaget meyangka saat zuhur itu adalah Jum'at. Karena masjid ramai, jama'ah penuh layaknya sholat Jum'at.

Nah, indah kan kalau itu terjadi?

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Semoga saya tidak menyentuh masalah perbedaan umat yang sensitif.
  • Kalau iya, begini saja deh cara berpikirnya : "Tiap orang berpikir berdasar pengalaman, pengetahuan dan cita-cita yang berbeda". Akibatnya, tentu beda cara mencintai dan berpendapat. Meski dalam agama sekalipun. :)

Thursday, July 09, 2009

Mulai Membuat Model 3D : Maya, Poser atau 3DS MAX?


Kesempatan yang terdahulu baru sampai Ogre 3D. Untuk modeling karakter belum. Ini sebaliknya, game 3D tidk diperlukan, tapi model 3D diperlukan. Untuk animasinya, sbenarnya tidak disyaratkan menggunakan engine, mungkin dengan exporting animasi ke SWF sudah cukup. tapi saya rasa belum cukup. Nantilah, ini bisa diputuskan dipertengahan akhir.

Nah,masalahnya apakah akan dipergunakan Poser atau yg lain? Diutamakan poser, tapi saya lihat2 (g tau bener atau tidak) sepertinya kalau untuk Game, yg lebih banyak dipakai adalah Autodesk 3DS Max dan juga Autodesk Maya. Disini saya bisa improvisasi dengan mengarahkan mempelajari 3DS Max dan juga Maya. Sehingga, jika ada kesempatan lompat ke Game Programming lagi, maka tool yang sudah dikuasai bertambah.

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Untuk UUN, ini lho kerjaan yg mandeg 2 tahun! CATATAN : ga penting sih, cuman yg mandeg 2 tahun itu dikerjain orang lain lho. Nah, adik ini datang karena disarankan oleh temennya yg dulu saya bantu dengan cepat. Gitchu.... ^_^. Seminggu dah saya suruh datang liat hasilnya, konsultasi lg ma dosen spy ga melenceng, terus datang lagi. Kalao semua oke, bs segera saya kebut. Ya jelas lah, niat utama bantuan skripsi adalah mempercepat. Tq2. To UUN dan WW, masukan yg...sudah masuk. hehe
  • Seneng bgt sy main2 dengan Poser disini. Fun!

Konsultan Skripsi


Saya sih, mana tahu saya akan jadi Konsultan Skripsi. Hehe. Profesi apa pula ini? Seperti yang pernah saya curhatkan, semuanya kebetulan aja. Saya buat blog, curhat2 tentang teknik. Lha kok ada yang nawar? Ya sudah, kalau ada pasar, pasti ada penjual. So, saya siapin. Dan kirim. Selesai.

Maunya gitu (ga ding, berharap juga ada yg nawar lagi), weh, kok tambah banyak. Ya udah saya terima. Nah, disini nih, masalahnya. Ternyata banyak yang kudu dipelajari. Saya intisarikan :
  1. Kudu hati2. Harus bener2 yakin dan tahu bisa mengerjakan topik yang diminta. Kalau status kita masih "gebleg" bgt sama topik yang diminta, sebaiknya kalau memang pengen dikerjakan, bilang kalau kudu diriset dulu. Nah, semasa itu, matengkan pengetahuan. Test smua tool. Kalau semua running well, dan status pengetahuan berubah dari "gebleg" ke "intermediate", baru terima. Silahkan kirim DP.
  2. Alert System. Kalau sampai ada sms2 dari siswa2 yg ga bisa dijawab, karena nanya progres kerjaan udah jadi apa belum, nah, ini Alert System. Berarti jasa Anda sedang dalam status rawan. Jangan ragu2 untuk mengembalikan DP kalau sudah lebih dari 2 bulan tanpa kemajuan sama sekali.
  3. Mengembalikan DP, adalah kegagalan. Itu tidak enak, jangan sampai terjadi. Kalaupun sampai terjadi, berusaha tetap mencarikan solusinya.
  4. Atur waktu bertemu siswa di rumah. Jangan bebaskan. Kalau saya, waktu ketemu adalah dari jam 1 siang - jam 4 sore. Sebelum dan sesudah itu, waktu pribadi yang di menej antara menyelesaikan pekerjaan dan juga untuk keluarga.
  5. Patok harga, jangan mudah menaikkan atau menurunkan. Kalau saya, S1=1,5jt, S2=2,5jt dan S3=3,5jt. Murah kan? Cukuplah. Tidak terlalu mahal, jg tidak terlalu murah. Cukup untuk tenaga dan waktu yang dikeluarkan.
  6. Jaga hati siswa dengan rutin bertemu di rumah atau mengirimkan SMS.
  7. Semua pasti selesai dengan baik.
Semoga bermanfaat!
NB:
  • Sekali lagi, saya tidak sempurna. Ada beberapa kegagalan yang menyakitkan. Intinya, tetap semua DP atau uang yang sudah keluar, saya kembalikan 100%. Begitu.
  • Apakah saya selamanya mengerjakan ini? Hm... seharusnya enggak ya. :)
  • Jadi, manfaatkan selama saya masih bisa dimanfaatkan :p

Psikologi Kekalahan dan Kegagalan : Falsafah Nrimo


Padahal ini logo dari http://iri.isu.edu lho. Tapi, 3 huruf yg saya cari sih... :)
Asumsi pertama, karena ada satu tujuan yang ingin dicapai, yang dilakukan oleh banyak orang, dimana hanya ada satu orang yang boleh berhasil. Hm, dan dimulailah pertarungan hati yang mahahebat akibat penciptaan dunia yang terbatas ini.

Contoh yang paling klise, dua laki2 yang ingin menikahi satu wanita. Wah, sudah deh. Salah satu laki2 tersebut harus siap2 menyimpan luka yang dalam. Pertanyaannya sih, kenapa Tuhan buat dunia spt itu?

Contoh lain yang paling aktual, ya pemilu kita ini. Satu kursi, 3 Capres. Hm.... yg 2 harus bs memaknai kekalahannya itu. Pak JK haru legowo, Bu Mega harus pasrah. Pak SBY? harus gantian :p

Tuhan memang menciptakan dunia tidak dalam format bisa mengembang. 6 milyar manusia, harus mau desek2an di dunia ini. Dunia? ya segitu aja. Ga ngembang. Akibatnya, yang tidak kebagian tempat yang nyaman,... hm, kudu pasrah. Juga, bisa memaknai "kekalahannya".

Sepertinya suram ya kalau dipkir spt itu? tapi obatnya satu : Jangan IRI. Kalau IRI? Wealah, dikasih dunia penuh ini, liat ada yang diberi padahal lebih dikit dari punyanya, ga akan bisa bahagia deh. Penyakit hati yang paling utama adalah IRI. Dari IRI, semua berasal. Dan dengan menghilangkan IRI, dunia akan lega. 6 milyar yang sesak2an kalau g punya IRI, ga akan merasa "kalah" deh. Yang tinggal di desa, nyaman dengan desanya. Yang tinggal di kota, pasrah dengan kemacetannya (hehe).

Kalau Tuhan menghendaki manusia bisa puas di dunia ini, tentu dia buat Dunia bisa mengembang mengikuti jumlah manusia. Tapi tidak. Tuhan buat manusia bisa memaknai keterbatasan yang dimilikinya, dengan fakta melihat "ketidakterbatasan" yang dimiliki manusia lainnya.

Mungkin ini falsafah Nrimo-nya orang Jawa. Nrimo bukan berati ga usaha. Nrimo berarti ya udah gitu aja. Nrimo (hehe). Maksudnya, segitu yang didapat (dan diberi Tuhan), ya udah. SELESAI. Ga mikir apa yang didapat orang lain.

Indah kan kalau (bisa) hidup tanpa IRI?

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Eh, saya sih ga tau, masih punya IRI atau enggak? Yang jelas, mnurut Rasulullah, IRI hanya boleh pada tiga tmpat : iri sama Hafizh Qur'an, orang kaya yg bersedekah siang-malam dan ... (lupa). Hehe
  • Maslahnya bukan punya IRI atau tidak, tapi mengatasi atau mengalahkan sifat ini.
  • Ini sifat IBLIS dan DAJJAL lho
  • Sedikit tambahan, dua makhluk ini, biar diberi kenikmatan2, ga akan bahagia kalau liat Adam (dan anak cucunya) diberi sedikit kenikmatan. Begitulah
  • Kali ini saya jadi pembela Tuhan :p

Kesempatan Beriklan di SWDEV Software Consulting @75.000,00 per bulan.

Silahkan cermati banner blog saya yang baru di SWDEV Software Consulting
Murah, mudah, cepat, tentu berskala...Internet (lebih dari Nasional dan Internasional lho)

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Goes even more commercial :p

Wednesday, July 08, 2009

Hari Menyontreng


JK tiap tahun menghadiri ijtima' jamaah tabligh. Nah, bagaimana 17 Juli besok? Setelah tidak terpilih sbg Presiden? Menarik sekali...


Akhirnya, ... Kalla..h deh :)

Gpp, ini berarti JK pulang kampung, jadi takmir masjid. Skenario Gusti Allah kali ya? Hehehe

HIDUP SIMPLE PAK JK!
Fokus dakwah aja yoooo..... ^_^

Tuesday, July 07, 2009

SMS Denah Rumah

Nyari rumah saya ada beberapa cara lah. Diantaranya:
  1. Kalau Anda dari Janti, ikutin aja Ring Road, sampai berhenti di Lampu Merah Terminal Giwangan (atau ga berhenti kalau kebetulan Lampu Ijo. hehe). Lurus terus (berarti ke barat tuh ya), tapi langsung ambil jalur lambat di kiri (kalau naik motor ya). Lurus aja, nanti ngelewati Pool Bis ALS di sebelah kiri. Nah, kalao di kanan jalan ngeliat plank STEI HAMFARA, maka dah hampir sampai. Lambat2 aja di jalur kiri tersebut. Nanti, akan liat jalan ke selatan (belok kiri) yg tembok putihnya dengan tulisan BASKARA. Nah, itu jalannya. Masuk ke situ.
  2. Atau kalao yg mau simpel. Tau Tamsis? yg ada Penjara tuh? nah, dari situ, Luruuuus aja. Lewat perempatan pertama, nyebrang. Kedua, nyebrang (wirosaban). Nah, mentok di ringroad selatan deh, itu pas sampai di depan tembok BASKARA. Nyebrang ke selatan, belok kiri aja dulu, ntar ada terusan legal untuk nyebrang. (kalau mau yg illegal sih, bisa aja, belok kiri). hehe
  3. Dari jalan BASKARA itu, terus aja sampai di kiri ad plank Dr. Nur Laily. Dari situ, nyebrang ke Kanan. Lurus dikit, ada jalan belok ke kanan pertama kali, masuk. Nah, rumah saya yang di sebelha kanan. Tembok putih, pintu cat coklat.

Semoga bermanfaat!
NB:
  1. Ada yg berhasil langsung sampai, ada yg mesti ngulang2.. hihi
  2. Tergantung kebersihan hati
  3. :))
  4. Maaf, belum bs ditambah Foto. Kamera lg rusak.

Friday, July 03, 2009

Bangunan Utama untuk Aplikasi ERP Impian


Bangunan utama Aplikasi ERP saya adalah Java, yang dibangun di atas Springframework. Keberhasilan dengan Eclipse RCP, membuat komponen Rich Client aplikasi ERP saya dapat diserahkan ke teknologi Eclipse RCP ini. Namun, aplikasi ini harus siap untuk dionlinekan, sehingga saya akan buat Core dari teknologinya berbasis HTTP, dan pilihan secara alami jatuh pada Springframework. Anda dapat download tiga project Netbeans 6.5 yang merupakan keberhasilan awal pembangunan komponen Server, Klien dan Data Objectnya.

Aplikasi ini akan saya buat modular, sehingga pengguna dapat menggunakan modul yang dia rasa perlu saja. Waktu di jlan tadi saya mikir (ini di warnet), modul pertama yang saya kembangkan haruslan Modul Akuntansi. Beberapa modul yang dapat dikembangkan :
  • CRM
  • Sms Gateway
  • Stok
  • Penjualan Voucher Elektronik
  • dsb dsb
Modul plugin ini berbasiskan Eclipse RCP. Untuk persiapan skalabilitas yang lebih tinggi, yang jelas semua core dari aplikasi disimpan di dalam Core Springframework. Adapun untuk UI, mungkin Eclipse RAP dapat dipergunakan untuk dua kebutuhan desktop dan server ini. Hm.. baru terpikir. Namun tetap, Spring framework adalah inti yang tidak tergantikan meskipun apliksi bergerak dari desktop ke server, atau sebaliknya. Banyak aplikasi yang dibangun seperti ini : di dalamnya ada Tomcat Web Server (Mungkin saya akan pakai Jetty saja, lebih ringan. , namun di atasnya user bekerja dengan menggunakan aplikasi Rich Client. Contohnya adalah Project Cards, yang merupakan aplikasi Manajemen Proyek Extreme Programming.

Sepertinya impian saya di blog ini mulai terwujud. Di artikel Mengenal SAP Lebih Jauh : Pemilihan Database, saya akhirnya menemukan bahwa esensi ERP SAP ternyata masih RDBMS, jadi arah penelitian dan pengembangan aplikasi ERP sy akan ke arah ini. Sebelum itu di artikel Ide Mengembangkan Solusi ERP Sendiri, saya utarakan (selatankan juga masuk akal) kalau saya ingin punya produk ERP sendiri. Semua itu berawal dari pembelajaran SAP yang saya utarakan di artikel Melangkah untuk pembelajaran SAP : Data Mining. Adapun kontak pertama dengan aplikasi ERP adalah dengan Open Bravo.

Semoga bermanfaat!
NB:
  • Basis pekerjaan saya yang membantu Tugas Akhir sangat membantu. Misalnya, saat bantuan suatu Tugas Akhir, tidak ada requirement harus dengan Eclipse RCP, maka karena saya tahu ada potensi di Eclipse RCP, maka saya jadikan bantuan tersebut menggunakan Eclipse RCP. Nah, itu menjadi modal knowledge untuk pembangunan aplikasi selanjutnya.
  • Ada yg lain?

Thursday, July 02, 2009

Me 30 Tahun @27 Juni 2009 dan Pencapaian Sejauh Ini - FINISH

Situasi sekarang mungkin belum final, namun sudah kuat landasannya. Ada beberapa perubahan yang dihadapi dengan ketidak tahuan di awal, namun akhirnya mulai bisa dirasakan sebagai sebuah karunia. Meski, tidak semuanya juga bisa dihapami, bagaimanapun juga, saya baru menjalani setengah dari jatah usia (kurang lebih, jika saya sampai usia 60 tahun).

Yang pertama adalah, di posisi mana saya dalam hidup di dunia ini. Hm, awal2 di tahun 2003, saya punya ambisi, mimpi dan juga ketidakwarasan (hehe), dan tidak mudah untuk mengatasinya dengan akal sehat. Beberapa teman menjadi curahan hati dan pikiran, baik secara kekeluargaan, pertemanan maupun yang profesional di bidangnya. Terimakasih untuk mas Bimo dari Gamatechno yang mencipratkan kekuatan yang sederhana saja : menikahlah. Itu, perubahan haluan biduk yang paling utama. Dari sana, semua karunia bercurah2.

Yang kedua adalah sampai akhir hayat nanti, apa yang saya lakukan? Tepatnya, bagaimana cara mengisi hari2 di dunia ini? Jawabannya sederhana saja : bekerjalah dari rumah, lihat dan nikmati hari2 bersama Al-Fath setiap hari dan resapi makna kebersamaan dengan Ela, istrimu, tiap harinya. Tidak banyak yang mampu mengenyam semuanya itu setiap detiknya dari hidupnya. Ada mungkin, yang merasakan kehidupan yang sempurna dengan meninggalkan rumah untuk pergi ke kantor tiap harinya, kurang lebih 12 jam tiap hari. Pergi saat anak tidur, pulang saat anak telah tidur. Atau, ada juga, seorang suami yang jarang sekali melihat istrinya di rumah, karena istri dan juga dirinya sibuk dengan ... karir, sepanjang harinya. Bukan kehidupan itu yang kamu sukai. "Terimakasih Tuhan".

Yang terakhir, tentang pengabdian. Betapa ingin mencurahkan semua kemampuan untuk bidang ilmu yang saya cintai, Pemrograman. Sejauh ini, hanya ada tiga tempat yang saya lihat menjadi tempat curahan pengabdian : via Rumah, Blog ini dan buku (yang masih dalam wacana penulisan). Kampus? Hm, ... mungkin tidak akan pernah. "Terimakasih Tuhan"

Semuanya bermuara pada satu hal : cinta kepada Muhammad. "Saya tidak mampu mengklaim mencintai Beliau SAW, sampai saya ingat, ada tahun2, dimana semua yang saya cintai direnggut dari kehidupan saya, dan dikosongkan kecuali cinta kepada Muhammad." Keindahan masa2 itu, mungkin tidak mampu dilukiskan, kecuali dengan penggalan mimpi bertemu Sang Nabi di awal2 tahun 20-an : "Yaa Nabi, bagaimana caranya aku berada di surga bersama2 Engkau?"

Dan Ela akan menjadi pendamping saya di surga tersebut....
"Terimakasih Tuhan", "Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah"

Semoga bermanfaat:
  • Betapapun nisbi perkara dunia ini, namun sangat mengesankan jika saya dapat mengatur semua sebaik2nya dan mencapai hal2 tinggi dan dalam yang tentu ingin dirasakan banyak orang.
  • Semuanya untuk mengisi hari2 yang tersisa... "Yaa Kekasihku..."

Me 30 Tahun @27 Juni 2009 dan Pencapaian Sejauh Ini - Part II

..
Dan sekarang saya 30 tahun. Semua kecamuk di hati, menjadi lebih tenang. Mungkin juga masalah 10 tahun dari masa itu merupakan masa2 jawaban atas semua pertanyaan yang muncul. Ada banyak asumsi2 hidup yang berubah, seiring dengan pahit-pedih-getir-manis-indahnya pengalaman hidup selama masa itu. Masa2 yang paling penting adalah KKN 2003, yang merupakan titik akumulasi semua jawaban atas pertanyaan2 yang mendasar, yang bermuara pada satu pertanyaan : "Di dunia ini, semua orang baik tidak sih?" Yah, ternyata jawabannya adalah tidak. Ada yang jahat. Murni hasud, iri dan dengki.

Juga ada hal2 tentang sifat manusia yang tidak bisa dipahami : apa yang sesungguhnya disembunyikan di hati, dan apa yang disampaikan lewat bahasa lisan maupun bahasa tubuh. Semuanya bisa tidak bisa samakan kesimpulannya. Walhasil, saya memilih berhati2 untuk mengambil kesimpulan. Atau lebih tepatnya, menjaga jangan sampai mengambil kesimpulan.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil selama masa 10 tahun ini, diantaranya :
  1. Tidak ada kepastian tentang sesuatu, sebelum sesuatu itu terjadi. Jangan over planned.
  2. Cinta yang paling dalam, adalah kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu adalah cinta dari Orang Tua. Cinta selain itu, ... adalah masalah ketertarikan semata yang semu sifatnya. Akan hilang tanpa bekas.
  3. Tidak selamanya sesuatu yang kita senangi, adalah sesuatu yang paling baik bagi kita. Seiring dengan kesabaran dan penerimaan, ternyata sesuatu yang telah kita dapati adalah yang terbaik, melebihi segala2nya.
(masih berlanjut..)

Me 30 Tahun @27 Juni 2009 dan Pencapaian Sejauh Ini - Part I

Hm, dulu di saat saya 19 tahun dan akan beranjak 2x (kepala dua), saya berpikir dan berubah internal secara signifikan. Pertanyaan mendalam yang terbetik saat itu adalah ini : "Sekarang saya 19, .. nanti 20, 30,40, 50.. terus saya mati. Loh, untuk apa saya hidup?" Di masa2 itu, pertanyaan ini sangat menggetarkan hati. Keinginan kuliah selain untuk membahagiakan orang tua, adalah juga untuk hanya serius ke komputer, dunia pemrograman. Namun, dengan pertanyaan itu, maka esensi saya membuat program apa dunk, kalao pada akhirnya akan dikubur?

Mungkin bagi yang sudah "dewasa", akan dijawab dengan ringan : "Itulah kenyataan hidup : lahir, besar dan mati. Buat apa dipikir lagi?". Hehehe, tapi karena saya masih "anak kecil", susah bagi saya menjawab pertanyaan Buat apa saya hidup? Efek dari itu adalah, ada masa2 kehampaan yang cukup lama, sampai akhirnya saya mendapatkan beberapa kesimpulan, dimana satu kesimpulan mengarahkan pada kesimpulan lainnya :
  1. Alam semesta pasti ada penciptanya, tidak mungkin ada dengan sendirinya. (ini mematahkan keyakinan atheist yang sering terbit di hati)
  2. Pencipta itu pasti Tuhan. (di titik ini, hanya agama yang bisa menjawab. Tapi agama yang mana? kenapa nama Tuhannya berbeda2? Saya mempertimbangkan Budha dan Islam)
  3. Tuhan itu pasti Allah (kita mungkin akan berbeda di sini. tapi, sudahlah, perbedaan ini keniscayaan yang tidak bisa tidak, harus diterima semua umat manusia. Adapaun saya mendasarkan pertimbangan pada aspek sains semata, bukan sosial ataupun sejarah. Karena itu, saya tidak bisa memilih Budha, pilihan yang tersisa hanya Islam)
  4. Kalo begitu, manusia yang paling dekaaaat dengan Allah adalah Muhammad SAW (nah, cinta terdalam saya akhirnya ke beliau SAW).
Dan begitulah, akhirnya saya memiliki cinta yang dalam kepada Nabi Muhamamd SAW

(berlanjut)

NB:
  • Ini curahan hati ya, bukan promosi suatu keyakinan. Jika Anda rasa benar, itu namanya keyakinan. Jika Anda rasa tidak benar, itupun keyakinan. Jagalah keyakinan itu :)
  • Semoga bermanfaat